Monday, December 1, 2025

A LETTER TO SAY GOOD BYE: PART 2

To myself, 

Ternyata waktu memang tidak bisa menunggu, untuk cerita yang tidak bisa aku lanjutkan dan akhir yang sudah ditentukan. Senin pagi yang selalu membuatku gelisah namun kali ini aku mulai dengan keyakinan hati yang teguh, tidak ada rasa bimbang untuk memberikan surat tersebut mungkin sebelumnya dari mereka sudah ada yang tahu dan tetap memilih diam terlebih dahulu. Setelah akhirnya semua selesai tanpa basi-basi aku lanjut bekerja seperti biasa untuk 2 bulan kedepan, walaupun pagi itu masuk sebuah pesan yang bertanya apakah sudah ada hari terakhir yang membuatku sedikit sedih namun tetap harus dilalui.

Hampir 10 tahun aku berada disini, dari awalnya bekerjasama untuk event yang memerlukan canape dan kue-kue cantiknya akhirnya aku terjun langsung di Dessert Cafe yang sangat aku cintai ini, di masa-masa baru menginjakkan umur yang 14 tahun sampai akhir nya di usia yang mulai mencapai 24 tahun, dari mulai Marketing Supervisor , jadi model konten social media dan terlibat dalam semua proses pembuatan produk dari mulai idea - test food sampai event launching. Mempunyai Manager yang baik hati dan team yang menyenangkan selalu seru bekerja kumpul bersama, sampai akhirnya memang roda harus berputar dan mulai berpindah ke Japanese Brand dan beberapa brand baru yang mulai dikembangkan. Hari demi hari berlalu dan akhirnya mendapat kesempatan untuk menghandle brand ini sendiri as Assistant Marketing Manager dan bertemu banyak orang baru yang sangat seru sampai pada akhirnya badai pandemic datang dan memisahkan aku dan semuanya selama 3 bulan lebih.

Pandemic Covid-19 menjadi titik balik ketika setelah hampir 4 tahun lebih berpacu dengan waktu dan Tuhan memberikan waktu ini untuk sunyi sejenak untuk kembali pulang berkumpul bersama keluarga dan saat Ramadan datang aku hanya meminta kepada Tuhan setiap hari untuk semuanya kembali normal. Tidak semudah itu memang, dunia seperti sedang di bolak-balikkan, ada saat nya aku kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan beberapa urusan dan juga belajar tentang social media management yang saat itu menjadi tambahan uang jajan sampai akhirnya memasuki pertengahan tahun mungkin lebih tepat nya sekitar bulan Juni atau Juli aku kembali bekerja dengan banyak perubahan sistem mulai dari seminggu masuk 2-3x namun pada kenyataannya kami sama seperti kerja full time dengan bayaran xx%. Kondisi tersebut memang tidak lain karena industri F&B sangat terkena dampak yang besar terlebih restaurant yang memang banyak Dine-in di Mall sedangkan mall masih belum beroperasi, namun disisi lain online delivery juga sedang dikembangkan dan menjadi bisnis yang menjanjikan di saat pandemic. 

Masa-masa yang sulit dilalui dengan kepergian beberapa partner terutama leader yang sangat kami kagumi, namun jika semua memang untuk yang terbaik maka kita harus mendukungnya. Kembali ke masa-masa normal memang banyak yang dilalui bahkan dengan kondisi saat itu PSBB beberapa lama dan akhirnya aku pun terkena Covid dan harus di isolasi, namun saat itu aku lebih memilih isolasi dirumah sekitar 1 bulan lebih sampai hasil test covid negatif dan dinyatakan sembuh. Saat itu pun menjadi masa-masa yang tidak bisa aku lupakan dengan kondisi yang sakit batuk parah, demam panas turun masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan karena mengejar target dibawah leader yang baru :)

A long story, masa-masa pandemic mulai membaik namun kondisi mental dan fisik ternyata tidak sanggup dan for the first time aku mengajukkan resign pertama kali dengan banyak pertimbangan walaupun saat itu kondisi financial masih belum baik-baik saja. Saat itu kondisi mentalku lebih banyak terluka, masa-masa di mana insomnia dan selalu menangis di jam 2 pagi dengan meyakinkan everything will gonna be okay. Seperti pergulatan yang tidak pernah selesai berteriak di hati, namun Tuhan berkata lain dengan kebaikan hati seseorang yang memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri. 

Banyak hal yang tidak bisa diceritakan satu per satu namun semua hal terekam dalam ingatan, memori kamera dan cerita dari orang lain baik benar atau tidaknya. Kini aku mencoba melewati hari-hari dengan sebaik mungkin, menyelesaikan semua hal agar tidak tertunda dan menjadi beban orang lain.. See Yaa!




With Love, 




DM

Saturday, November 22, 2025

NOT THIS TIME

Dan tak dapat lagi bersamamu
Bagaikan sebuah benang yang tidak bisa bersatu
Selama waktu terus berlalu
Mungkin aku akan berjalan lagi tanpa melihatmu

Kenangan yang tetap ada 
Aku tak dapat membuangnya
Telah sejak lama mengenal dan tidak mudah
Berpura-pura melupakan semuanya

Setiap kali hatiku merindu
Aku hanya memejamkan mata untuk mengingatmu
Walau dekat tapi jauh tak bisa ku jangkau
Begitulah kita pada akhirnya

Mengharapkan kebahagiaan pun terasa menakutkan
Aku merasa takut tanpa mengetahui cara menangis
Kesedihan yang hilang ketika memelukmu
Suara yang dapat kudengar dalam pelukan itu

Dalam bayangan di suatu tempat
Kuyakin kau dapat menyadarinya
Bahagia ku saat bersamamu sangatlah menyenangkan 
Hingga aku bisa melupakan semua kesedihan

Menggenggam lagi tangan yang berpegangan
Berjalan di sisimu dengan berpegangan tangan
Pemandangan yang terlihat begitu menakjubkan
Namun ternyata ini adalah akhir perpisahan



With Love, 



DM

Sunday, November 9, 2025

A LETTER TO SAY GOOD BYE: PART 1

Dear Self,

Mungkin ini sudah kesekian kali nya dalam 2 tahun terakhir aku ingin meninggalkan apa yang aku capai sampai saat ini, bukannya menyerah tapi aku memutuskan untuk tidak hilang arah dalam menentukan apa yang akan aku jalani kedepannya dalam hidupku. Bukan keputusan yang tiba-tiba atau sesaat yang hanya terbawa emosi tapi sudah kupikirkan dengan matang-matang, memang masa pandemic banyak merubah segalanya mulai dari kehidupan pribadi, pekerjaan dan relasi ku dengan banyak orang. Aku hampir menjadi orang yang menutup diri karena tidak bisa berbagi, hanya fokus pada pekerjaan yang harus aku selesaikan dan istirahat dengan banyak rasa bersalah yang tidak baik untuk mentalku. Aku mencoba membuat segala nya imbang, dengan tetap melakukan hal yang aku suka bahkan pergi ke konser yang aku suka, atau hang out ke cafe alih-alih menikmati me time tapi seperti check competitor agar tetap bisa bermanfaat dan rasa bersalah muncul hanya ketika aku menggunakan waktu untuk bersenang-senang. 

Dahulu aku sangat menyukai kehidupan ku di pekerjaan yang aku jalani dari awal sampai saat ini, bekerja dengan banyak orang yang yang punya style leadership berbeda membuka mata ku untuk mempelajari sekitar sampai akhirnya partner ku satu per satu telah lulus dan memulai cerita baru nya begitu juga dengan aku memulai dengan banyak orang-orang baru. Aku selalu memaklumi bahwa ada hal yang memang perlu dikorbankan untuk mencapai semua ini baik waktu, keluarga bahkan diri sendiri dan akhirnya aku sadar bahwa ternyata terlalu lama berputar dalam lingkaran ini yang membuat aku menutup diri. Banyak kekecewaan yang aku dapatkan dari hal yang aku korbankan, namun tidak memungkiri banyak yang aku katakan dari apa yang aku korbankan sampai akhirnya aku memilih untuk menyelesaikan ceritaku disini. Dari semua keluh kesah yang aku sampaikan dengan jalan keluar yang diberikan terkadang bukan menjadi solusi untuk semua masalah yang ada, masa-masa pandemic memang masa yang sangat sulit sampai akhirnya ada yang lebih sulit lagi setelahnya dan aku bisa lalui.

Disaat aku mulai ragu untuk bisa bertahan mulai lama aku memutuskan untuk pergi sejenak dengan harapan bisa mendapatkan angin segar untuk memulai banyak hal baru, namun banyak hal yang menjadi semakin sulit dicapai dan diselesaikan mulai dari banyak kendala yang di lalui dengan banyak orang yang harus menyelesaikan tugasnya namun aku masih merasa lari sendiri dengan waktu yang terbatas. Aku sering mempertanyakan di mana letak salahnya mulai dari diriku sendiri, team, waktu, sistem dan masih banyak lainnya yang aku coba perbaiki namun selalu tidak berhasil dan menjadi salah dimata banyak orang setelah banyak hal yang aku korbankan dan masih saja dipertanyakan. Banyak kata-kata yang menjadi duri dalam hati yang menyakitkan, dan aku hanya bisa menangis dalam doa semoga Tuhan memberikan aku jalan yang lebih baik nanti..



With Love, 



DM

Sunday, October 19, 2025

HAPPY 34TH FROM SEOUL TO MY SOUL

Di dunia yang seolah sudah diatur seperti ini
Apakah mungkin melawan yang namanya takdir
Segala usaha yang telah kukumpulkan, aku menarik nafas dan berkata
Keajaiban takkan pernah terjadi jika kamu hanya menunggu

Terkadang aku berpikir seperti pecundang yang hanya terus ketakutan
Tapi aku akan membuat suara yang meluap ini bergema sekali lagi
Siapa lagi yang bisa jadi dirimu selain dirimu sendiri?
Rasa percaya diri pun hanya bisa tumbuh dari dalam diri

Hidupmu cuma satu, jalani sekali lagi
Tatap, peluk, dan bawa dirimu menuju hari esok
Tarik nafas yang dalam, sedalam-dalamnya
Biarkan suara hati ini meluap tanpa henti

Baik tertawa atau menangis hidup ini tetap sama
Baik salah atau benar, semuanya tak apa
Kalau bisa waktu kembali, aku yakin sekali lagi
Aku tidak akan melewatkannya

Aku yang kini sudah kehilangan diri sendiri 
Mencoba untuk kembali 
Jika waktu mengizinkan sekali ini 
Aku hanya ingin bahagia tanpa henti

Happy birthday to me


With Love,



DM

Sunday, September 7, 2025

I LOSE MY SELF

Kapan dunia bisa kembali seperti dulu?
Sampai berapa lama lagi aku harus bertahan
Hari-hari yang terasa sangat sulit
Dalam ketakutan yang tak terlihat
Hatiku seakan hancur dan rasanya ingin menyerah

Namun diantara semua rasa yang kupendam 
Baik kekhawatiran yang tak berujung
Dan waktu yang takkan kembali lagi
Aku akan mendekapnya dan terus maju

Dalam hari-hari ketika aku kesepian
Aku terus melangkah demi tersenyum
Aku tahu bahwa aku tak bisa melihat masa depan Bahkan sudah tak bisa kembali lagi ke masa lalu
Dalam teriakan hatiku yang tak bersuara
Jika menyerah, maka semua akan berakhir

Kuharap bisa berjalan tanpa ragu-ragu
Agar tak pernah hancur lagi
Agar tak pernah kehilangan lagi
Di suatu tempat di dalam dunia ini
Kuharap semua akan lebih baik lagi



With Love, 



DM