Saturday, November 22, 2025

NOT THIS TIME

Dan tak dapat lagi bersamamu
Bagaikan sebuah benang yang tidak bisa bersatu
Selama waktu terus berlalu
Mungkin aku akan berjalan lagi tanpa melihatmu

Kenangan yang tetap ada 
Aku tak dapat membuangnya
Telah sejak lama mengenal dan tidak mudah
Berpura-pura melupakan semuanya

Setiap kali hatiku merindu
Aku hanya memejamkan mata untuk mengingatmu
Walau dekat tapi jauh tak bisa ku jangkau
Begitulah kita pada akhirnya

Mengharapkan kebahagiaan pun terasa menakutkan
Aku merasa takut tanpa mengetahui cara menangis
Kesedihan yang hilang ketika memelukmu
Suara yang dapat kudengar dalam pelukan itu

Dalam bayangan di suatu tempat
Kuyakin kau dapat menyadarinya
Bahagia ku saat bersamamu sangatlah menyenangkan 
Hingga aku bisa melupakan semua kesedihan

Menggenggam lagi tangan yang berpegangan
Berjalan di sisimu dengan berpegangan tangan
Pemandangan yang terlihat begitu menakjubkan
Namun ternyata ini adalah akhir perpisahan



With Love, 



DM

Sunday, November 9, 2025

A LETTER TO SAY GOOD BYE: PART 1

Dear Self,

Mungkin ini sudah kesekian kali nya dalam 2 tahun terakhir aku ingin meninggalkan apa yang aku capai sampai saat ini, bukannya menyerah tapi aku memutuskan untuk tidak hilang arah dalam menentukan apa yang akan aku jalani kedepannya dalam hidupku. Bukan keputusan yang tiba-tiba atau sesaat yang hanya terbawa emosi tapi sudah kupikirkan dengan matang-matang, memang masa pandemic banyak merubah segalanya mulai dari kehidupan pribadi, pekerjaan dan relasi ku dengan banyak orang. Aku hampir menjadi orang yang menutup diri karena tidak bisa berbagi, hanya fokus pada pekerjaan yang harus aku selesaikan dan istirahat dengan banyak rasa bersalah yang tidak baik untuk mentalku. Aku mencoba membuat segala nya imbang, dengan tetap melakukan hal yang aku suka bahkan pergi ke konser yang aku suka, atau hang out ke cafe alih-alih menikmati me time tapi seperti check competitor agar tetap bisa bermanfaat dan rasa bersalah muncul hanya ketika aku menggunakan waktu untuk bersenang-senang. 

Dahulu aku sangat menyukai kehidupan ku di pekerjaan yang aku jalani dari awal sampai saat ini, bekerja dengan banyak orang yang yang punya style leadership berbeda membuka mata ku untuk mempelajari sekitar sampai akhirnya partner ku satu per satu telah lulus dan memulai cerita baru nya begitu juga dengan aku memulai dengan banyak orang-orang baru. Aku selalu memaklumi bahwa ada hal yang memang perlu dikorbankan untuk mencapai semua ini baik waktu, keluarga bahkan diri sendiri dan akhirnya aku sadar bahwa ternyata terlalu lama berputar dalam lingkaran ini yang membuat aku menutup diri. Banyak kekecewaan yang aku dapatkan dari hal yang aku korbankan, namun tidak memungkiri banyak yang aku katakan dari apa yang aku korbankan sampai akhirnya aku memilih untuk menyelesaikan ceritaku disini. Dari semua keluh kesah yang aku sampaikan dengan jalan keluar yang diberikan terkadang bukan menjadi solusi untuk semua masalah yang ada, masa-masa pandemic memang masa yang sangat sulit sampai akhirnya ada yang lebih sulit lagi setelahnya dan aku bisa lalui.

Disaat aku mulai ragu untuk bisa bertahan mulai lama aku memutuskan untuk pergi sejenak dengan harapan bisa mendapatkan angin segar untuk memulai banyak hal baru, namun banyak hal yang menjadi semakin sulit dicapai dan diselesaikan mulai dari banyak kendala yang di lalui dengan banyak orang yang harus menyelesaikan tugasnya namun aku masih merasa lari sendiri dengan waktu yang terbatas. Aku sering mempertanyakan di mana letak salahnya mulai dari diriku sendiri, team, waktu, sistem dan masih banyak lainnya yang aku coba perbaiki namun selalu tidak berhasil dan menjadi salah dimata banyak orang setelah banyak hal yang aku korbankan dan masih saja dipertanyakan. Banyak kata-kata yang menjadi duri dalam hati yang menyakitkan, dan aku hanya bisa menangis dalam doa semoga Tuhan memberikan aku jalan yang lebih baik nanti..



With Love, 



DM