Friday, February 7, 2014

Dear My Journey



Dear My Journey,
Wow, Finally I am a bachelor of education history yippiii …
Hari ini adalah hari dimana penentuan kuliah selama hampir 9 semester, sama seperti sebelum-sebelumnya ketika menghadapi ujian nasional tapi yang ini beda yes ! you know lah.. SIDANG SKRIPSI..  kuliah bergelut dengan mata kuliah yang sama sekali asing tentang sejarah, bertemu dengan dosen-dosen sejarah yang keilmuan nya memang tidak diragukkan lagi, dan teman-teman sejarah yang selama ini bersama dalam satu kelas yeay they are History Reguler 2009. Walaupun kita tidak lulus bareng tahun ini tapi kita saling support agar mereka bisa menyusul kami yang terlebih dahulu mengikuti ujian sidang skripsi term pertama ditahun ini. Yaaa saat menulis ini aku sih udah pede bingits kalau kata anak jaman sekarang, yaiya karena memang sudah selesai mengikuti ujian siding skripsi dan dinyatakan lulus cielah S.Pd nihh.
Perjalanan untuk meraih ini tidaklah mudah, masih teringat dalam memori yang begitu hampir penuh tentang aktivitas sehari-hari kuliah di jurusan sejarah UNJ, yaa masa transisi dari SMA menuju anak kuliah menuntut aku untuk lebih mandiri dan kerja keras lagi dalam meraih prestasi. Awalnya aku memang merasa minder dengan beberapa teman yang aku jumpai, tapi aku sadar jika bersiikap seperti itu tidak akan membuat aku menjadi pribadi yang berkembang yaaa “BRAIN, BRAVE, BEHAVIOUR” itu yang sudah aku pikirkan sejak awal aku memutuskan menjadi mahasiswa, BRAIN memiliki makna kalau aku harus bisa memiliki kemampuan yang baik dibidang akademik dengan mengoptimalkan cara belajarku dan selalu berusaha yang terbaik di dalam kelas, yaa itu mindset anak semester awal makanya banyak yang bilang mahasiswa kupu-kupu.. kuliah pulang kuliah pulang..  ya seperti itu karena semester awal masih terpaku banget sama yang namanya kuliah itu harus rajin masuk dan rajin kumpulin tugas hahaha bocoran dari senior juga sih katanya mau dapet A itu gampang tinggal rajin rajin rajin … memang iya sih tapi itu hanya akan membuat diri kita maju hanya sebatas disitu saja. Sudut pandang setiap dosen pun berbeda dimana mereka memiliki penilaian masing-masing terhadap mahasiswa nya, maka jangan heran kalau ada beberapa mahasiswa yang caper untuk dapat nilai bagus, kalau untuk aku sih rasanya mau ketemu dosen saja masih gugup apalagi kalau yang namanya masuk ruang jurusan sejarah itu anti mainstream banget deh namun seiring dengan berjalannya waktu aku pun terbiasa dengan buka tutup pintu jurusan sejarah apalagi kalau sedang menjadi PJ satu matakuliah dimana kita harus bertanggung jawab dengan administrasi mata kuliah tersebut.  
Lingkungan baru, teman baru dan pelajaran baru itu yang membuat kita harus aktif untuk bertanya dalam pergaulan, aku termasuk orang yang seperti itu, tapi kebanyakan orang juga bilang aku sering jbjb istilah anak gaul sekarang join bareng join bareng .. yaaa memang seperti itu, habis beberapa teman yang aku kenal memang dari kalangan senior. Namun, bukan berarti aku tidak bergaul dengan teman sekelas.. beruntungnya aku memiliki mereka yang sampai saat ini pun masih menemani untuk persiapan wisuda. Punya beberapa teman dekat namun kami saling bersahabat dengan semuanya, walaupun sayang aku harus kehilangan seorang sahabat di semester awal Sundari Kintoko.. but i’m not sad cause i can meet ichun everytime when i call her to hangout together. BRAVE !!! seperti lagunya Sara Bareiless i wanna see you be brave.. yupp aku ingin menjadi seorang pribadi yang berani ! berani mengambil keputusan alias ngga plin plan, berani menghadapi tantangan dan berani untuk melakukan sesuatu yang tentunya positif. Saat berani memutuskan untuk menjadi anggota BEMJ Sejarah diangkatan 2008 dimana saat itu hanya sedikit sekali anggota dari angkatan 2009, berani melebur dengan senior yang sama sekali tidak begitu akrab pada saat itu Hey That’s a process.. yupp benar sekali karena setelah masa kepemimpinan 2008 selesai angkatan aku pun bisa memulai masa kepemimpinannya dibawah mas Aji Tri Wikongko dan teman-teman aku yang kebanyakan dari Sejarah Reguler 2009.
Berani untuk mengambil posisi Ketua Divisi Dana Usaha, yaaay mungkin karena aku sebelumnya bergabung disini jadi aku melanjutkan keberlangsungan divisi danus dengan anggota baru dari angkatan 2010 ada Maharini, Setya Valen, Firra dan lain-lain mereka adalah anak-anak yang sangat mengasyikan dan bisa diajak kerjasama untuk kegiatan dana usaha, kalau tidak ada mereka tentunya aku tidak bisa menjalankan program kerja danus Thanks for helping me and I miss when we spent time and laughing together. Berani untuk mengambil tantangan yang paling tidak akan terlupakan yaitu ketika adakesempatan untuk mengikuti kegiatan Study Seminar ke Jerman by DAAD dibantu oleh Dosen Ibu Kurniawati yang saat itu sedang mengampu mata kuliah Sejarah Eropa Kontemporer dan bebearapa team awal, mungkin sepenggal cerita mengenai kegiatan ini sudah aku ceritakan di part sebelumnya (kalau ada yang berminat silahkan mampir hehehe) benar- benar tantangan yang sangat berat untuk mengambil keputusan tersebut namun dengan pertimbangan yang matang dan proses yang telah kami lalui akhirnya kami berhasil menjalankan kegiatan tersebut dan itu akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Tantangan yang begitu banyak menghampiri seiring dengan mulai masuk ke semestr akhir, bagaimana harus menyelesaikan kegiatan PPL, mempersiapkan untuk kegiatan study visit ke Jerman dan outline proposal ! whuppp benar-benar menurang pikiran, tenaga dan emosi. Menjalani kegiatan freelance yang juga menyita waktu namun tidak bisa ditinggalkan, semua itu adalah tantangan yang berat bagiku bagaimana membagi waktu, tenaga, pikiran dan uang yang tidak mungkin terlewatkan. Terimakasih Tuhan kau selalu memberikan aku rezeki yang berkecukupan dan mengingatkan aku untuk selalu berbagi satu sama lain, itu yang membuat ak merasa bahagia disela pikiran aku yang semakin keruh dengan melihat orang disekeliling kita bahagia terutama keluarga.
BEHAVIOUR.. sebagai seorang perempuan tentunya kita harus punya tingkah lakuyang beradab dan sopan terhadap siapa pun, apalagi kita yang mengenyam mata kuliah pendidikan itu yang seharusnya bisa kita terapkan dalam perilaku kita di kehidupan sehari-hari. Menjadi seorang guru adalah salah satu impian yang menduduki tingakat pertama untukku, background keluarga besar dari mamah yang mayoritas lulusan UNJ dan berkecimpung di dunia pendidikan. Masih teringat jelas memori di masa kecil dimana aku selalu bermain sekolah-sekolahan dibanding main dengan boneka barbie, aku selalu menjadi seorang ibu guru yang hobinya menguntit buku-buku ajar mamah dan aku ambil untuk aku jadikan buku pelajaran saat aku bermain bersama temanku dan itu sangat menyenangkan bahkan yang menjadi muridnya adalah beberapa anak yang usianya 3 tahun diatas aku(mungkin kalau aku bertemu dengan mereka dan flashback mengenai hal ini mereka akan tertawa lebar dan bercerita ulang hahahaha jadi curhat) aduh sampai mana nih.. oh iyaa tingkah laku, tidak mudah menjadi seorang guru yang harus sabar menghadapi anak-anak dengan tingkat sekolah dan usia tertentu. Dari mulai semester 3 aku mulai menyambi menjadi seorang freelance di sebuah lembaga bimbingan beajar dan itu bertahan sangat lama danakhirnya banyak lembaga bimbingan belajar yang aku coba masuki satu per satu, dari situ pun aku bertemu dengan berbagai macam anak dengan perilaku yang wow amazing.. aku dituntut dengan cepat beradaptasi dengan mereka mulai dari anak-anak TK, SD, SMP, SMA bahkan alumni yang mau tes CPNS pun aku sudah merasakan bagaimana menghadapi mereka.
Always say hello, smile and make them comfortable while we learning together at class, bukan hanya di lembaga bimbingan belajar yang lebih berat ketika terjun di sekolah bagaimana menghadapi murid-murid, guru-guru dan masih banyak lainnya yang menuntut kesabaran ekstra juga harus bisa menjadi contoh yang baik dan benar bagi mereka. Intinya bagaimana menempatkan diri kita pada tempatnya dengan sifat dan tingkah laku yang sesuai dengan norma yang berlaku. Mengenal banyak orang di luar non kependidikan pun aku harus bisa tahan untuk tidak tergoda terhadap hal-hal yang menyimpang, selalu ingat untuk menjadi perempuan yang harus menghargai diri sendiri namun bukan menunjukkan dengan harga yang tinggi. Open your eyes, ears and heart to respect other people dhea....
Semua yang aku jalani masih belum bertemu dengan kata akhir, selau awal.. awal .. awal dan awal untuk kita masuki dan mulai menyelaminya. Seperti saat ini satu tahapan yang telah aku lalui menyelesaikan sekolah sampai jenjang S1, tetap merangkai mimpi untuk melanjutkan pendidikan dengan usaha dan kerja keras yang tiada henti.. dan aku selalu percaya belajar bisa kita lakukan dimana saja asal sumbel belajarnya tepat.. Dunia ini adalah sumber belajar tinggal bagaimana kita membuka satu per satu sumber tersebut dan menjadikan hal tersebut sebuah pengetahuan.

Alhamdulillah Sidang Skripsi 23 January 2014
Bpk. Nurzengky, Bapak Wisnu, Donna, Catur, Andri, Prof. Tuti, Ayu, Dhea,    Bpk. Djunaidi, Bpk.Abrar.

Me and Donna
She’is my partner for consuling to Dra. Ratu Husmiati as our DP II

 

Dare to dream, because only by dreaming will you ever discover who you are, what you want, and what you can do. Don’t be afraid to take risks, to become involved, to make a commitment. Do whatever it takes to make your dreams come true. Always believe in miracles, and always believe in you !