“Something has changed within me, something
is not the same. I’m through with playing by the rules of someone else’s game..”
Dua
bulan berlalu dari 23 tahun yang lalu..
Semakin
banyak pelajaran yang telah aku dapatkan selama ini terlebih semenjak kejadian
itu, terkadang aku berpikir apakah Tuhan
sudah tidak menyanyangi aku lagi dan dia memberikan aku hukuman yang tiada
henti-hentinya. Tapi sejenak aku disadarkan oleh ucapan seorang sahabat yang
berkata “.. yang telah kamu lalui saat
ini adalah cara tuhan menunjukkan rasa sayangnya kepada kamu, karena Dia selalu
memperhatikan kamu dari jauh dan Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi
kemampuan umatnya. Stay Positive”
Prioritas
utama tidak lain adalah keluarga, mereka yang menjadi alasan pertama aku harus
berhasil. Sebagai anak pertama dan perempuan satu-satunya peran aku lebih dari
seorang anak, kakak, sahabat dan menjadi harapan keluarga, Mamah yang masih
bisa mandiri mengurus anak-anaknya, she
always happy but sometimes feel sadness.
Hey you my friend !
“Fake smile and vague words, there’s
no truth it’s an abomination, I don’t
know.. don’t run away because you won’t be able to face it don’t deny, that is
you”
Aku
merindukan mereka, namun kini keadaannya memang sudah berubah. Mereka yang kini
telah menjalani kehidupannya masing-masing beranjak pergi, dan aku kini memulai
kisah baru dengan mereka sahabat baru. Waktu terus berputar dan aku menemukan
mereka, mereka yang kini selalu mengisi hari-hari ku.. mungkin karena lingkungan
sekarang dimana tempat aku berada dan sekarang mereka lah sahabat baikku. Bukan
maksud hati untuk meninggalkan mereka yang sebelumnya pernah mengisi
hari-hariku, tapi ada satu hal yang ingin aku lupakan dan aku harus memulai
awal yang baru. Aku menyibukkan diriku untuk melupakannya, bukan untuk
melupakan kalian. Kalian akan selalu tetap menjadi sahabat terbaik dan aku akan
selalu mencoba menjaga itu.
“
You Learn.. You’ve got a friend !”
BAD
NEWS ! BAD SITUATION ! BAD BLOOD !
Oh, dear..
Seperti
rasanya jantung hampir berhenti, nafas mulai sesak dan rasa pening dikepala
mulai menjalar.. BOOM ! Tiada hentinya
semua terjadi bertubi-tubi, aku harus kehilangan manager terbaik selama ini di
kantor, dengan beberapa PR yang belum terselesaikan bahkan bertambah. Sulit
untuk menjelaskan bagaimana situasinya, semua begitu terjadi dengan cepat dari
beberapa bulan yang lalu sepertinya segala sesuatu terlihat berjalan mulus
namun kini semakin banyak kerikil yang di lempar. Siapa yang disalahkan?
Bagaimana menyelesaikannya? Sampai saat ini pun masih aku cari tahu jawabannya
dan apa pun yang aku lakukan akan aku selesaikan dengan tanggung jawab. Semua
orang punya peranannya masing-masing dan bukan hal yang mudah menjalaninya jika
semua berada dipundakmu, namun aku masih punya sebagian dari mereka yang masih
peduli tentang kami.. mencari jalan keluar bersama, saling mendukung satu sama
lain walaupun mungkin mereka sudah siap dengan pisaunya masing-masing.
Seseorang
berkata kepadaku “apa yang terpikirkan
akan buruk nantinya belum tentu seperti itu ketika kita telah menjalaninya nanti..
dan apa yang terlihat baik belum tentu baik ketika kita merasakannya” Aku
sadar atmosfernya semakin memburuk saat ini, namun aku yakin akan ada titik
terang untuk siapa pun yang berusaha dengan baik dan niat yang tulus. Tuhan
tidak diam tapi menunggu.. karena kita hanya sebagian titik kecil di dunianya
yang luas.
No comments:
Post a Comment