Thursday, May 11, 2017

RESONATION 2017 : WHAT'S STOPPING YOU?



Hello,

I came to a point where I needed solitude and just stop the machine of thinking and enjoying what they call living, I just wanted to lie in the grass and look at the clouds.

Let me tell something,

Tuhan memang mengirimkan karunia nya lewat tangan-tangan lain
Aku bersyukur bertemu kamu dan mereka dengan cara yang bukan main-main
Mengajarkan aku dan kami para wanita untuk tetap terus berjuang meraih cita-cita
Bahkan tak lupa untuk mengejar cinta

Here’s Resonation 2017



International Women Empowerment yang pertama kali diadakan di Indonesia yang mengajak Perempuan Indonesia untuk memiliki pandangan yang luas tentang semua hal, menyebarkan semangat kepada perempuan Indonesia untuk berani menghadapi tantangan dan terus menggapai cita-cita.

Nina Moran, Sophia Amoruso, Stephanie Kurlow and Johan Ekengard

Acara ini merupakan konferensi tentang pemberdayaan permpuan yang menghadirkan banyak narasumber baik dari dalam dan luar negeri (omg ! finally I can meet her Nina Moran). Diadakan di Jakarta tanggal 28 April 2017 di The Kasablanka Hall selama seharian penuh dengan berbagai macam rangkaian acara yang menarik dari awal sampai akhir, di luar area pun terdapat pameran foto dari Swedish Institute yang sangat menarik karena foto-foto yang menggambarkan peran laki-laki dalam mengurus keluarga selain itu banyak juga terdapat booth-booth dari para sponsor yang menawarkan banyak informasi bermanfaat.






 Pameran Foto by Swedish Institute
Para pembicara yang hadir yang sudah ditunggu-tunggu banyak pasang mata, seperti Sophia Amoruso (Pendiri Girl Boss dari Amerika Serikat), Stephanie Kurlow (Balerina Berhijab Pertama di Dunia), Clair Deevy (Head of Economic Growth Initiatives APAC, Facebook), Johan Ekengard (Development Engineer, Swedish Dad), Nina Moran (Founder of Resonation), Angkie Yudistia (Pendiri Thisable), Ashraf Sinclair (Artist), Henry Manampiring (Penulis), dan puluhan wanita inspiratif lain yang bergabung sebagai fasilitator maupun pembicara. Salah satu Fasilitator yang ada di acara ini adalah Ibu Lisa Zen Purba pendiri Woven and Leather yang sudah lama aku kenal semenjak bekerja di MRA Media, sampai saat ini kami masih sering berkomunikasi untuk membicarakan beberapa project yang di handle nya selama ini. Terimakasih Ibu Lisa untuk semua support dan arahannya, you’re so amazing mom!

Mereka semua adalah orang-orang yang inspiratif dan sukses di bidangnya masing-masing, mampu menghadapi tantangan dan terus berjuang menggapai cita-citanya. Ada hal besar yang aku lewatkan saat itu, semua memang butuh pengorbanan dan itu yang aku lakukan. Untuk menjalani 2 moment penting aku berpacu dengan waktu agar semuanya bisa aku lakukan dan goals yang aku inginkan tercapai, saat itu aku dihadapkan 2 pilihan untuk mengikuti Technical Meeting di acara Jakarta X Beauty 2017 oleh Female Daily Network ( coming soon on my blog !) setelah memberanikan diri untuk apply mengikuti kegiatan ini ternyata H-2 aku dihubungi by email karena telah terpilih menjadi salah satu panitia di acara tersebut untuk handle di bagian Meet and Greet, What? Mungkin karena CV yang aku ajukan dan portfolio lebih banyak di background event sepertinya (honestly, sebelumnya aku belum pernah handle meet and greet, as always Press Conference/Talk show/Fashion Show etc.. God, it’s gonna be a different experience) Harapan besar bisa lolos untuk handle make up class tapi Tuhan berkata lain.

Back to the topic, salah satu persyaratan untuk bisa join adalah menghadiri TM di kantor Female daily hari Sabtu jam 10 .00 – selesai which’s mean aku harus rela untuk kehilangan sesi Pembicara utama di Resonation atau jika pilih salah satu acara  I CAN NOT ! Finally, Ibu Lisa menyarankan untuk tetap mengikuti TM dan untuk sesi pembicara utama bisa ditonton ulang nanti, OMG tidak terpikirkan sampai sana, Thank’s God. Finally, setelah registrasi ulang untuk kelas Platinum selanjutnya mengikuti acara pembukaan dan langsung berganti tempat untuk mengikuti TM JXB 2017 di Kantor Female Daily di daerah Pejaten (Thank’s GoJek for help me) setelah TM selesai aku langsung kembali ke acara Resonation dan mengikuti sesi acara ke 2 dengan Facebook.

Untuk Sesi Facebook Class ini mengangkat tema “Engaging Content for your Facebook Page” by #SheMeanBusiness. Pada awalnya Facebook merupakan jaringan social media terbesar yang dikenal banyak orang untuk Entertainment namun dengan kemajuan teknoologi dan pembaharuan-pembaharuan yang dikembangkan oleh Facebook kini kita bisa mengenal Facebook Page for Business, mungkin sebelumnya sudah ada yang familiar dengan Instagram Business Profile yang bisa di link kan dengan akun Facebook anda. Dalam sesi ini hadir Bapak Ajie Akhmad Managing Director Southeast Asia Development Center yang membahas bagaimana saat perempuan memulai bisnis online dengan membuat konten yang kreatif untuk customer dengan tools yang tersedia di Facebook dan Insagram.

Tentunya sesi ini sangat bermanfaat bagi aku yang sedang memulai untuk mengisi konten Facebook page untuk bisnis, memang masih banyak yang perlu dipelajari kembali untuk mengetahui apa masing-masing kegunaan tools di Facebook, tapi anda tidak perlu khawatir bagi yang lebih aktif di Instagram hal ini bisa dibuat menjadi lebih mudah dengan me-link kan akun instagram anda dengan Facebook page (Coming soon on my blog!)

After That, masih ada satu sesi khusus untuk mentoring dan melakukan refleksi yang ditemanni oleh para fasilitator, jadi semua peserta yang hadir sudah dikelompokkan menjadi bagian-bagian kecil saat registrasi. Terbayangkah anda hampir 1000 perempuan yang hadir di acara ini dengan latar belakang yang berbeda, profesi, daerah dan mereka datang membawa mimpi mereka yang terhenti. Para fasilitator adalah wanita-wanita berprestasi Indonesia. Di sesi ini, peserta bisa berbagi, saling menginspirasi, dan menemukan teman baru.

Dalam sesi ini aku dipertemukan dengan fasilitator Dr.Dorien Kartikawangi M.Si. dari Universitas Atmajaya, untuk pertama kali nya kami mengenalkan diri masing-masing dari Aisyah Mahasiswi Kedokteran UI, Felicia seorang entrepreneur yang mejadi penerus bisnis keluarga nya dibidang automotif, Huggi seorang corporate secretary, Naila seorang gadis penderita Lupus yang jauh-jauh datang dari Bandung, Milla Ibu rumah tangga yang baru saja meninggalkan pekerjaannya menjadi pramugari Garuda, Dhea seorang content writer dari Fashion TV dan Ibu Sri seorang guru Bahasa Inggris. Satu pertanyaan simple dari Ibu Dorin, apa yang membuat mimpi kalian terhenti saat ini? Semua mengutarakan pendapat nya masing-masing dan aku merasa takjub dengan mereka yang masih mencari jati diri, menekuni hal yang tidak disukai demi keluarga, meninggalkan keluarga dengan mencari nafkah, menjalani kehidupan bahagia demi keluarga dan masih banyak hal lainnya. Aku bersyukur berada diantara mereka setidaknya aku bisa berbagi ketakutan dan saling menguatkan, banyak hal yang kita takuti diawalnya sebenarnya belum tentu terjadi, jika kita percaya dan yakin bahwa keputusan yang kita ambil akan menjadi langkah yang baik untuk memulai hal yang positif.

Menjadi perempuan yang sempurna memang hal yang sulit dilakukan, maka dari itu kita berusaha mencari elemen-elemen pelengkapnya, wanita yang mengejar karir atau yang memilih untuk menikah dan berumah tangga itu adalah pilihannya yang paling terpenting adalah wanita yang terdidik dan tercerahkan baik dalam hal agama dan duniawi karena dari peran wanita lah yang nantinya akan menjadi pioneer generasi selanjutnya tentunya juga peran pria pun ikut serta. Dari sini aku mulai yakin satu hal, jika aku yakin kepada hatiku untuk menjalani apa yang aku inginkan semua akan dimudahkan jalannya, jika memang terjatuh biarkanlah karena hidup tak selalu diatas. Hal yang paling menyentuh hati adalah ketika berbicara pasangan ketika kita yakin untuk sama-sama mengejar mimpi dan cita-cita untuk memulai segala sesuatunya bersama selalu akan ada jalan. Namun sepertinya Tuhan berkehendak lain untukku saat ini.

Dear Mba Nina Moran,

Berlinang air mata saat melihatmu berdiri diatas panggung
Aku tahu semua perjuanganmu from nothing to something
Go Girl yang menjadi buah bibir saat ini bisa berhasil menginspirasi
Jatuh bangun dan caci maki kau anggap pujian
Semua tak akan pernah berhenti karena masih banyak tujuan



Nina Moran seorang yang sangat aku kagumi dari mulai ide-ide nya bersama saudari-saudari nya untuk mendirikan sebuah majalah yang kita kenal dengan Go Girl benar-benar dimulai dari nol besar. Walaupun mereka hadir di dalam keluarga berada dan mampu tapi tak menyurutkan untuk memulai impiannya dari awal  from nothing to something.

Johan Ekengard, Ashraf Sinclair & Henry Manampiring

Di acara Resonation ini pun tidak hanya menghadirkan pembicara perempuan, pembicara pria pun hadir untuk memberikan inspirasi. Mereka adalah pria-pria yang selalu mendukung penuh pasangannya dalam berkarya dan mengejar cita-cita namun tidak melupakan peran dan tanggung jawab masing-masing. Hadir Johan Ekengard, Ashraf Sinclair dan Henry Manampiring sebagai pembicara mereka mengemukakan banyak opini tentang perannya sebagai pendukung barisan pertama istri-istrinya dalam meraih impian dan cita-citanya. Banyak polemic dan pertanyaan yang menjadi perdebatan saat diskusi ini tentang bagaimana posisi wanita dalam rumah tangga, bagaimanakah posisi karir sang istri jika lebih tinggi dari suami bahkan membahas tingkat perceraian yang semakin tinggi karena pasangan yang tak bisa saling berkompromi. Terlepas dari itu aku mengambil hal postif bagaimana pun perjalanan aku selanjutnya memang tidak akan terlepas dari peran pasangan yang akan menjadi pendamping hidup harus terbuka, jujur, komitmen dan komunikasi (I know that but I lose him before start everything).

Well, Acara ini memang sangat menginspirasi untuk perempuan-perempuan agar tidak mudah meyerah pada tantangan, ketakutan dan halangan yang datang untuk menggapai citat-cita. Gender bukan sebagai alasan untuk berhenti melangkah, ketika mempunyai pasangan pun kita masih bisa berkarya namun tidak lupa peran dan tanggung jawab masing-masing agar hubungan selalu berjalan dengan baik dan seimbang.

Good things come to those who wait, but greater things come to those who act !

See you on Resonation 2018


With Love,








DM


Website : https://www.resonation.id/
Instagram : @resonationid
Dokumentasi  by Me and Trivia 

SEPENGGAL KISAH

That night, you told me something terrible
I was shaking 
I was sorry
I was trying to imagine the pain, you were listening to me burst into tears
I was wishing that I could be there to hold you
I made you promise that we've got through this together
Those eyes should never shed a sad tear

Hi Raisa,
Terimakasih telah menemani hari-hariku

Setiap pagi saat aku rindu sapanya
Setiap senja menjelang saat aku titipkan doa
Setiap malam sampai aku terlelap hingga dia kini tak lagi sama
Setiap tangis dan air mata yang ku harap tak sia-sia

Lantunan lirik yang indah dan membuat aku menangis bahagia
Bahagia merindukan dia
Bahagia mengihklaskan segalanya
Bahagia bahwa dia pernah ada untuk memberikan aku senyuman dan tawa

Aku tidak ingin mengucapkan selamat tinggal
Tapi selamat berjumpa kembali ketika Tuhan mengizinkan
Perpisahan memang akan selalu menyedihkan
Dan kini ceritaku hanya kisah yang sepenggal


And for some time you let me into your dreams
I want to thank you for that



With Love





DM 

Thursday, May 4, 2017

SEMUSIM

Pertemuan yang tidak pernah kubayangkan
Semuanya telah terlewati dengan banyak kenangan
Inikah suratan takdir Tuhan?
Atau skenario manusia yang berperan
Mengenalmu adalah langkah besar yang aku ambil
Membuat degup jantungku tak pernah stabil
Sampai akhirnya aku yakin saat Tuhan ikut andil
Maka hati tak lagi labil
Setiap hari yang aku lalui memang tak lagi sama
Karena semua lebih baik jika berdua
Walau jarak memisahkan kita cukup lama
Tapi Tuhan menitipkan makna dibalik cerita kita berdua
Sehari seperti semusim
Saat kita tak bisa saling menyapa
Perasaan menjadi tak lazim
Tuhan aku rindu dan hanya bisa berdoa

With Love,
DM

Wednesday, May 3, 2017

WARM SUNSET

I'm beginning to recognise that real happiness isn’t something large but something small and already here.
The smile of someone you love it's like the warm sunset, your little everyday joys all lined up in a row.
"I miss your tan skin and your sweet smile, so good to me so right and how you held me in your arms that a few days ago. Maybe this is wishful thinking, probably mindless dreaming if we loved again I swear I’d love you right.."
With Love,
DM

Tuesday, May 2, 2017

SEBUAH KISAH KLASIK DARI CALON PENDIDIK

Guruku Tersayang
Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis
Mengerti banyak hal
Guruku terimakasihku

Well, pagi ini Ibuku menyanyikan lagu ini dan sangat menakjubkan nya ketika adik kecil yang baru berumur 5 tahun ini fasih menyanyikan lagunya. "Hari ini febry ikut mamah upacara ya" dengan lugunya si kecil berkata " upacara nanti nyanyi lagi ini ya?" kami tertawa tebahak-bahak. Dini hari yang menyenangkan sebagai salam perpisahan karena aku harus segera kembali ke Ibu Kota.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, walaupun kini aku bukan berprofesi sebagai seorang guru tapi aku bangga menyandang gelar sebagai Sarjana Pendidikan. Prinsip ku masih sama untuk mengajarkan hal-hal baru bukan hanya terbatas duduk di bangku sekolah tapi dengan belajar diluar sekolah pun akan selalu bisa bahkan sangat banyak media yang bisa digunakan. Long life education !

Sedikit berbagi cerita saat menghadiri Resonation Women Empowerment Conference beberapa hari yang lalu, masih terbesit oleh kata-kata Ibu Dorin seorang Profesor dari Universitas Atmajaya yang menjadi fasilitator di grup kami. Beliau meyakinkan bahwa pendidikan adalah hal utama yang wanita perlukan untuk hidup lebih baik, bisa berpikir bijak dan membawa semangat perubahan untuk lingkungan sekitar yang akan dimulainya dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Well, Hasil dari seminar kemarin akan aku tuliskan dalam artikel yang berbeda, aku harap semuanya menjadi bermanfaat.

Tebak-tebakan yuk? 

Siapa yang tahu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini?

Hmmmm.. honestly menteri pendidikan yang masih terpikir sampai saat ini hanya Bapak Anies Baswedan namun kini Beliau akan menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kita tunggu apa program beliau untuk memajukan pendidikan di Kota Jakarta.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini adalah Bapak Muhadjir Effendy, sempat tadi melihat berita ketika beliau menyampaikan pidato untuk menyambut Hardiknas. Beliau berharap generasi penerus harus mempunyai budi pekerti dan menguasai berbagai keterampilan karena masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang memiliki karakter atau budi pekerti yang kuat. Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemendikbud siap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial. Wahh bisa dilihat sekarang bagaimana Praktisi Pendidikan sibuk dengan gencaran program akreditasi dan sebagainya, namu terkadang miris untuk generasi millenial yang terkadang terlihat sudah mulai terlihat kehilangan semangat belajar di sekolah.

Dari skala desa sampai kota aku begitu banyak mendengar cerita tentang perkembangan di dunia pendidikan saat ini karena masih aktif tergabung dengan grup almamater Universitas Negeri Jakarta, saat ini sedang diupayakan penyelarasan penyatuan dan pembauran bidang kebudayaan dengan pendidikan begitu juga dalam pemanfaatan sumber-sumber belajar yang ada di kelas, di lingkungan sekolah dan yang ada di luar sekolah. Bisa dilihat dengan banyaknya bantuan operasional sekolah yang di support pemerintah (semoga dana BOS ini merata sampai ke seluruh daerah di Indonesia) tentunya kalian masih ingat ramainya pemberitaan di social media tentang anak-anak sekolah di pedalaman yang meminta Tas kepada pak Jokowi, ya Tuhan bercucuran air mata aku mambacanya dan hal bisa dilakukan adalah ikut menyumbang dana tapi sayang sekali terkadang beberapa orang masih memandang sebelah mata hal seperti ini karena banyak yang masih belum percaya 100% kepada lembaga atau organisasi yang mengelolanya.

Untuk memulai reformasi pendidikan nasional tersebut memang merupakan proses jangka panjang bukan sesaat dan jangka pendek, sehingga perlu dilaksanakan secara sistemis, prosedural dan bertahap disamping perlu dukungan dan partisipatif konstruktif semua jajaran pelaksana pendidikan dan warga bangsa Indonesia. Dalam memperingati hari pendidikan nasional, tema Hardiknas tahun ini 'Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas'. Tema tersebut terkait erat dengan fenomena dunia yang berubah sangat cepat dan menuntut kualitas yang semakin tinggi, mari kita ikut berpartisipasi dimulai dari hal kecil untuk bisa saling berbagi ilmu pengetahuan dengan yang lain.

Bergelut di dunia pendidikan adalah hal yang sangat menyenangkan, selama hampir 6 tahun berkecimpung di dunia tersebut memberikan banyak kenangan-kenangan yang terlupakan, dari awal nya hanya untuk mengisi kegiatan, mendapatkan uang tambahan sehingga akhirnya menjadi keseharian. Terimakasih Tuhan telah memberikan kesempatan-kesempatan itu mengajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dan selanjutnya aku akan belajar untuk menjadi guru untuk anak-anakku nanti :) 


 Kineruku - Bandung

Keep learning and doing millennials  !



With Love,




DM