It's doesn't matter, where you are
Throw away the temporal things
You can cover your ears for a bit
Secret Garden |
Hari ini cuaca di Hongdae sangat mendung dan kenyataan untuk bangun pagi memang sungguh berat mengingat aku bari saja tidur sekitar 3 jam, semua orang sedang bergegas untuk bersiap-siap melakukan perjalanan ke Nami Island. Wah, aku sudah bertanya-tanya kepada Ka Icha hari ini outfit yang cocok sebaiknya seperti apa karena aku belum begitu mengetahui situasi disana. Aku memutuskan tetap memakai sepatu boots karena sepertinya hari ini akan hujan sampai sore menurut ramalan cuaca dan tidak lupa memakai kaos heat tech dan membawa scraft, alih-alih supaya bisa foto OOTD di banyak spot dengan outfit yang berbeda aku pun menggunakan jacket dan kaos yang bisa aku mix and match menjadi 2 outfit that’s simple. Kami berangkat dari Apartemen sekitar pukul jam 08.00 pagi kemudian menjemput keluarga Donita di Hotel, baru saja mengeluarkan kaki sudah terasa suhu saat ini lebih dingin dibandingkan sebelumnya dan sudah mulai turun hujan.
Pulau
Nami berjarak 63 km dari Seoul ke arah Chuncheon perjalanan kesana menghabiskan
sekitar 2 jam dan selama perjalanan kalian bisa menikmati pemandangan yang
indah dari pohon-pohon yang sudah mulai kuning dan berwarna merah. Sebelum menyebrang ke Pulau Nami aku dan yang lain nya berhenti di sebuah
Restaurant yang kabarnya menjual masakan Ayam BBQ khas Nami Island paling enak
di sekitar Nami maka dari itu mereka yang sebelumnya sudah sering kesini dan
makan di restaurant ini menyebutnya “Ayam BBQ Nami” seberapa penasaran dengan
masakan tersebut kami langsung mecoba nya. Pas sekali dengan cuaca hujan saat
ini dan suhu yang semakin membeku. Saat kami masuk ke dalam restaurant ini
sudah banyak pengunjung yang sedang makan, dan kami pun di berikan tempat
dimana kami bisa duduk sambil meregangkan kaki alias lesehan. Olina membantu
kami memesan makanan apa saja yang akan kami makan dan tidak menunggu waktu
lama sekitar 10 menit satu per satu makanan pun sudah mulai di sajikan dari
mulai Miso Soup, Kimchi, Acar dan akhirnya main course utama Ayam BBQ Nami.
Selamat Makan !
Chicken BBQ Nami Island |
Setelah
mengisi tenaga, aku berjalan-jalan keluar dan ternyata sudah turun hujan. Aku dan
Ka Icha pergi ke supermarket terdekat untuk membeli payung, jas hujan dan hot
pack untuk persiapan di Nami karena cuaca sudah semakin menggila. Sempat ada
rencana untuk mengubah itenerary kami untuk tidak jadi ke Nami Island karena
pertimbangan membawa baby-baby ini tapi itu berarti kami tidak akan ada
kesempatan kembali lagi ke Nami di perjalanan kali ini, tapi karena perjuangan
sudah setengah jalan akhirnya kami lanjutkan perjalanan kami. Dari Restaurant
kami berjalan kaki menuju pelabuhan penyebrangan Dermaga Gapyeong, jangan lupa
kalian juga harus mengambil Visa atau membeli tiket terlebih dahulu ya. Untuk
memasuki kapal kalian harus mengantri dengan hati-hati, jadi ingat adegan film
Third Charm saat mereka ada Trip ke pulau kurang lebih seperti itu perjalananya
hihi. Tidak perlu waktu lama untuk menyebrang ke Pulau nami kurang ebih 15 – 20
menit, dari dalam kapal kalian bisa melihat pemandangan sungai Han dan pulau
nya. Intermezzo, Pulau Nami sering disebut Pulau Buatan menurut situs KTOID
pulau ini merupakan hasil pembangunan Bendungan Cheongpyeong yang di dalam area
nya pun terdapat makam Jenderal Nami yang terkenal di masa Dinasti Joseon (Nah
Loh, yang selama ini kita tahu hanya patung winter sonata).
Goblin Garden |
Autumn at Nami Island |
For your
information :
Operating
Hours
[Ferry Schedule]
07:30-09:00 (30 minute intervals)
09:00-18:00 (10-20 minute intervals)
18:00-21:40 (30 minute intervals)
Maximum Occupancy
20,000-30,000 people
Parking Facilities
Namiseom Dock Parking Lot (650 cars)
Parking Fees
4,000 won
Admission Fees
[Naminara Visa (Entrance Fee + Farry Fare]
General Rate: 13,000 won
Discounted Rate: 10,000 won
Special Rate: 7,000 won
[Ferry Schedule]
07:30-09:00 (30 minute intervals)
09:00-18:00 (10-20 minute intervals)
18:00-21:40 (30 minute intervals)
Maximum Occupancy
20,000-30,000 people
Parking Facilities
Namiseom Dock Parking Lot (650 cars)
Parking Fees
4,000 won
Admission Fees
[Naminara Visa (Entrance Fee + Farry Fare]
General Rate: 13,000 won
Discounted Rate: 10,000 won
Special Rate: 7,000 won
Umbrella Girl |
Sesampainya
di Pulau Nami yang masih di sambut dengan gerimis, kami berlarian keluar dari
kapal untuk mencari tempat berteduh sambil memakai payung dan jas hujan melihat
ke kiri dan kanan dimana-mana pengunjung saling berkumpul dengan group tour
nya. Karena hujan semakin deras akhirnya aku dan yang lainnya berpisah tempat.
Pulau ini memang menarik, bagaikan di sebuah negeri yang menjungjung tinggi
persahabatan antar negara di kira dan kanan jalan terdapat banyak ucapan selamat
datang dalam berbagai macam bahasa dam juga bendera-bendera berbagai macam
negara.
Apa Kabar? |
Aku
dan keluarga Donita juga Olin berjalan terlebih dahulu sambil mencari tempat
atau coffee shop yang bisa disinggahi. Sayang sekali hari ini hujan, padahal
banyak tempat duduk dan spot yang menarik yang bisa di tempati. Akhirnya kami
berhenti di sebuah coffee shop dan sudah pasti ramai sekali, menarik nya karena
kami membawa anak-anak kecil dan belum dapat tempat duduk kemudian sekumpulan
eommoni menawarkan tempat duduk ke Svarga dan memberikan buah jeruk sambil
tersenyum. Alhasil kita pun bisa duduk sambil menunggu hujan yang diperkirakan
akan reda jam 3 sore menurut ramalan cuaca, wah sedih.
Yellow Mode |
Banyak
hal yang bisa di lakukan di Nami Island jika kalian berada di waktu yang tepat,
seperti :
- Berkeliling menggunakan Sepeda “hmm itu pasti seru saat musim Spring atau Autumn, yang pasti saat cuaca dan suhu sedang bersahabat”
- Mandatory Foto di Patung Winter Sonata “Wah kalau ini untuk mencapai patung nya saja kalian harus berjalan jauh terlebih dahulu, namun karena aku tidak terlalumengikuti drama korea ini jadi bukan termasuk bucket list yang harus di lakukan hihi”
- Kuliner di Nami Island “ Nah, yang satu ini aku dan Donita lakukan hanya untuk cari tempat berteduh bukan untuk menikmati kuliner nya hihi, tapi ada mandatory yang ka Icha suggest yaitu mencoba Ice Cream Green Tea yang antriannya itu panjang sekali atau bakpau ogura yang dibuat dengan sepenuh hati Aw"
Bye Bye Bad Hair Day |
Tidak
terasa waktu pun hampir menunjukan jam 3 sore, walaupun hujan belum reda karena
khawatir terlalu lama menunggu dan tidak bisa berfoto di beberapa spot akhir nya
kami pun berjalan-jalan keluar dan meninggalkan anak-anak di coffee shop. Aku dan
olina mencari spot foto terdekat yang bagus kemudian di susul donita, untuk
kalian yang penasaran spot foto yang selalu menjadi tempat favorit di jamin
kalian tidak akan bisa dapat foto dengan background tanpa ada orang karena
hampir semua pengungjung berebutan ingin berfoto disana. How Lucky I am karena
bantuan Ka Icha dan Olina akhirnya bucket list foto di Nami Island terpenuhi.
Hujan pun sudah mulai reda, walaupun tidak ada cahaya matahari sore itu kami masih bisa melihat sillhoutte langit yang indah dan tentu nya pemandangan pohon-pohon di Nami Island. Tidak terasa menghabiskan waktu seharian di Nami Island, akhirnya kami pulang dengan membawa kenangan yang penuh air hujan hihi, seharusnya destinasi selanjutnya kita pergi ke Petit France namun karena sudah terlalu sore dan sudah tutup akhirnya kami kembali pulang ke Seoul. Selama perjalanan pulang tidak terasa aku bisa tidur selama perjalanan, mungkin karena kelelahan dan juga cuaca di Nami sangat dingin sekali.
Finally |
Too Crowded |
Hujan pun sudah mulai reda, walaupun tidak ada cahaya matahari sore itu kami masih bisa melihat sillhoutte langit yang indah dan tentu nya pemandangan pohon-pohon di Nami Island. Tidak terasa menghabiskan waktu seharian di Nami Island, akhirnya kami pulang dengan membawa kenangan yang penuh air hujan hihi, seharusnya destinasi selanjutnya kita pergi ke Petit France namun karena sudah terlalu sore dan sudah tutup akhirnya kami kembali pulang ke Seoul. Selama perjalanan pulang tidak terasa aku bisa tidur selama perjalanan, mungkin karena kelelahan dan juga cuaca di Nami sangat dingin sekali.
Feeling Good |
Sesampainya
di Apartement rasanya memang langsung ingin tarik selimut dan tidur, namun Ka
Icha, Anna dan Tyas sudah merencanakan perjalanan malam selanjutnya yaitu
Itaewon dan malam ini merupakan perayaan Halloween nya orang korea karena
tanggal 31 Oktober tidak jatuh di hari weekend maka mereka merayakan nya di
weekend terdekat. Seperti apa Halloween di Itaewon? It’s Amazing ! Euphoria
mereka yang merayakan halloween tidak tanggung-tanggung mulai dari make up, custome,
dan party dimana-mana. Semua orang lalu-lalang di jalanan dengan berbagai macam
karakter, lalu kita? Aku dan yang lain malam ini memang jadi penonton dan
berjalan-jalan ke club malam mulai dari yang fancy sampai makan tengah malam di
Kedai Ramen yang paling ramai di kunjungi kalangan (?)
Halloween at Itaewon |
Red Light |
Itaewon memang
merupakan daerah dimana banyak orang asing tinggal disini dan membuka bisnisnya,
tempat ini juga disebut sebagai tujuan utama Pariwisata untuk Turis yang
letaknya juga strategis antara Yongsan-gu juga dekat dengan Stasiun Seoul
bahkan Myeong-dong. Jalanan Itaewon di penuhi dengan pertokoan, restaurant dan
pub. Pengalaman yang menyenangkan menikmati Itaewon di malam hari sampai jam 5
pagi, untuk kembali ke apartemen pun kami pulang dengan taxi dan tertidur pulas
sesampainya di Apartemen padahal Black harus pergi ke kampus pagi nya. Hwaiting
melanjutkan perjalanan selanjutnya !
Cause we young
We don’t stay down
You gon’ feel it don’t worry
Even if the rain comes, we are the blue spring day
We gon’ make it
We gon’ make it alright
Mood Booster |
See you on another
stories
Photo took by:
Dhea Maria Suryawan
Carolina Ajeng
Address :
Nami Island
1,
Namiseom-gil, Chuncheon-si, Gangwon-do
강원도 춘천시 남산면 남이섬길 1
No comments:
Post a Comment